Berat sapi adalah faktor utama untuk
memperoleh keuntungan dalam penggemukan sapi potong, sehingga
penimbangan menjadi hal yang penting untuk dilaksanakan secara berkala.
1. Mengkonfirmasi berat sapi yang akan dibeli
2. Menentukan jumlah pakan yg akan diberikan
3. Mengontrol kenaikan berat harian sapi sebagai bahan evaluasi pakan
4. Menentukan harga jual sapi
Penimbangan juga harus dilakukan dengan
hati-hati untuk mencegah terjadinya cedera dan stres yang berlebihan
pada hewan ternak yang akan menyebabkan turunnya bobot ternak saat
penimbangan dan setelahnya.
Static Weighing vs Dynamic Weighing
Menimbang benda hidup (baca : ternak)
tentunya berbeda dengan menimbangan benda mati. Karena dalam menimbang
benda mati tidak akan terjadi pergerakan benda yang ditimbang (static),
sementara dalam menimbang ternak rasanya jarang sekali saya mendapati
ternak yang diam 100% (dynamic). Dan karenanya timbangan untuk ternak
berbeda dengan timbangan untuk benda mati. Dalam timbangan ternak
dikenal istilah LiveWeighing atau Animal Weighing
dimana fungsi ini kemudian diterjemahkan sebagai fungsi Hold (sering
juga disebut Lock, atau di farm juga dikenal dengan istilah Get), baik
Manual Hold maupun Automatic Hold. Secara harfiah, fungsi Hold ini akan
“menahan” atau “mengunci” berat ternak yang ditimbang sehingga nilai
berat tersebut tidak berubah ketika ternak tersebut bergerak atau
mengamuk (karena stress). Fungsi inilah yang tidak dimiliki oleh
timbangan untuk benda mati. Sehingga pernah ada farm yang “memaksakan
diri” menggunakan static weighing untuk timbangan ternaknya, efeknya
selain kinerja menjadi lebih lama (karena harus menunggu posisi ternak
nyaris diam), juga ketika penjualan ternak seringkali terjadi
perdebatan antara petugas penimbang dengan customer dikarenakan
pencatatan berat yang selalu berubah karena ternak yang tidak mau diam.
Khusus untuk AnimalWeighing, saat ini banyak pilihan merk/brand di
pasaran, salah satunya Cardinal (USA), dll.
Berikut ini tips ketika kita akan membeli timbangan, selain tentunya kualitas menjadi faktor utama:
- Perhatikan legalitas
Jangan hanya karena fitur Animal Weighing kemudian kita melanggar hukum. Banyak produk hukum yang membahas legalitas Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UUTP), termasuk sanksi apabila kita melanggarnya. - Pastikan layanan purna jual
Tidak sedikit produsen yang belum memiliki service/sole agent di Indonesia, sehingga ketika terjadi masalah biasanya cukup sulit bahkan seringkali kemudian hanya menjadi “bangkai tak terpakai”. Pastikan layanan purna jual untuk perawatan maupun perbaikan, karena timbangan adalah aset alat ukur yang diperlukan untuk menghasilkan parameter dalam industri peternakan. - Sesuaikan anggaran
Bervariasinya produk menuntut kita untuk jeli dalam memilih. Sesuaikan anggaran dengan kebutuhan (bukan keinginan) tanpa melupakan rencana pengembangan kedepan, sehingga investasi yang dikeluarkan bermanfaat untuk jangka panjang. - Tentukan parameter
Pernah terjadi di salah satu peternak sapi bahwa timbangan yang dibelinya hanya berkapasitas 1ton (1.000Kgs), padahal rumah timbangan sendiri beratnya rata-rata 500kgs, dan berat sapi banyak yang lebih dari 500Kgs. Sepintas masalah tersebut tidak akan terlihat karena pada setiap WeighIndicator dilengkapi dengan Zero Function, tapi ketika dirunut berkenaan dengan kualitas bahan baku LoadCell yang tentunya berdeda untuk setiap besaran kapasitas, masalah mulai muncul. Tentukan kapasitas dan resolusi timbangan serta parameter lainnya sesuai kebutuhan.